YEARS

Tuesday, March 4, 2014

GURU SEJATI - Ilmu Spiritual Jawa - (Memahami)

Surah 86:  Surah Al-Tariq (17 Ayat) - Ayat ke-4
GURU SEJATI


Ilmu Jawa melihat ROH manusia memiliki PEMBIMBING yang disebut sebagai GURU SEJATI

Guru Sejati berdiri sendiri menjadi pendamping dan membimbing Roh. Sukma di siram "air suci" oleh Guru Sejati sehingga Sukma menjadi Sukma Sejati

Guru Sejati memiliki fungsi sebagai sumber " Pelita' Kehidupn.

Guru Sejati layak dipercayai sebagai GURU kerana ia bersifat teguh dan memiliki hakekat 'Sifat-sifat Tuhan' (Frekuensi Kebaikan) yang abadi tetap tidak berubah.

Guru Sejati adalah 'data Pancaran (Projector) dari rasa yang merupakan rasa yang sumbernya adalah kehendak Tuhan.  Terminologi Jawa menyebutnya sebagai RASA SEJATI. Tidak diragukan apabila peranan Guru Sejati akan 'mewarnai' energi hidup atau roh menjadi energi suci.  Roh Sejati telah mendapat 'Petunjuk' Tuhan dalam konteks ini adalah hakikat Rasa Sejati,  Maka peranan Roh tersebut tidak lain sebagai 'Utusan Tuhan'

Jiwa, nafs yang diperkuat dengan Sukma Sejati perlu didampingi Guru Sejati kerana ia dapat dikalahkan oleh Nafsu yang berasal daripada Jasad manusia.  Jiwa yang ditundukkan oleh nafsu hanya akan berubah karekternya menjadi jahat.

Ilmu seseorang dikatakan sudah mencapai puncaknya apabila sudah bertemu Guru Sejati. wujudnya mirip dengan diri kita sendiri Melihat diri sendiri menjelma menjadi DUA seperti melihat cermin.
Bagi yang dapat merasa Sukma, maka akan melihat kembarannya yang mirip sukma atau badan halusnya sendiri.  Wujud kembaran itulah entitas Guru Sejati kerana Guru Sejati memiliki sifat hakekat Tuhan, maka segala nasehatnya akat tepat dan benar adanya.  Tidak akan menyesatkan.

Jika masih belum bertemu Guru Sejati,  ianya akan mengirim getaran melalui Hati Nurani.  Suara Hati Nurani anda sendiri akan memperoleh petunjuk penting bagi permasalahan yang dihadapi.  Sekiranya kurang mengasah ketajaman batin maka sulit untuk membedakan apakah yang dirasakan merupakan kehendaak hati Nurani atau kemauan hati atau hawa nafsu.  Orang yang dapat bertemu langsung dengan Guru Sejatinya sendiri, hanyalah orang-orang terpilih.


 PENCAPAIAN SPIRITUALITAS TINGGI


Keberhasilan mengolah Guru Sejati dicapai apabila kita sudah benar-benar 'lepas' dari tubuh.  Jiwa yang telah merdeka dari penjajahan Jasad.  Ini bukan bererti kita meninggalkan segala kegiatan dan kehidupan duniawi.  Sebaliknya, kehidupan duniawi menjadi modal atau bekal utama meraih kemuliaan baik di dunia maupun kelak setelah ajal tiba  Maka seluruh kegiatan dan kehidupan duniawi sudah tidak dicemari oleh hawa nafsu.  Hendaklah memposisikan diri bukan sebagai seteruNya tetapi sekutuNya.

Orang yang memiliki kesedaran Spiritual , hakekat kehendaknya merupakan kehendak Tuhan,  Apa yang dikatakan menjadi terwujud,  Setiap doa akan terkabul.  Ucapannya diumpama 'ludah api' yang diucapkan pasti terwujud.  Kalimatnya menjadi 'Sabda Pendita Ratu', selalu menjadi kenyataan,

Mata (batin) kita akan melihat apa-apa yang menjadi rahsia alam semesta, sekalipun tertutup oleh pandangan visual manusia maupun teknologi.

Tanda-tanda pencapaian itu antara lain, kadang seseorang diizinkan Tuhan untuk mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang, melalui vision, mimpi, maupun getaran hati nurani. Semua itu dapat merupakan petunjuk Tuhan


Bahasa Jawa / Arab

Pemomong   =   Pembimbing
Pancer   =   Guru Sejati
Sukma  =  Roh
Kang langgeng tan owah gingsir   =   yang abadi konsisten tidak berubah-rubah
Sir   =   Rasa
Ruhul Kudus   =  Roh Suci 
Nafs  = hawa / Jiwa
Ruh Al Quds    =   Sukma Sejati
An Nafs al-muthmainah   =   Penasihat Spiritual
Raga / basyor   =   Jasad / Organ
Kareping rahsa   =   Kehendak hati nurani
rahsaning karep   =   Hawa nafsu
idu geni    =    lidah api

No comments:

Post a Comment